Rabu, 21 Mei 2014

Nama                          : Silvia Tuti
Nim                             : 2013210096
Fakultas                     : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi            : Ilmu Administrasi Negara

Pendekatan ilmu /pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah segala sesuatu yang telah kita ketahui dan telah di analisis atau telah diuji coba. Disebut demikian karena pendekatan-pendekatan yang dipergunakan berasal dari dan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lainnya seperti linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Hal ini akan terlihat secara jelas dalam pembahasan mengenai berbagai teori, model, pespektif, dan pendekatan dalam ilmu komunikasi yang akan diuraikan dalam kuliah teori komunikasi.
Dua pencapaian pendekatan ilmu/pengetahuan yang ingin saya capai dapat dibagi dalam 2 kelompok/aliran pendekatan :
1.    Pendekatan scientific (ilmiah-empiris)
2.    Pendekatan social sciences (ilmu-ilmu sosial)
* Pandangan scientific, mengemukakan bahwa ilmu diasosiasikan dengan objektivitas
yaitu  yang menekankan prinsip standarisasi observasi dan konsistensi. Landasan filosophisnya adalah, dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur. Umumnya padandangan ini dianut oleh para ahli ilmu eksakta seperti fisika, biologi, kedokteran, matematika dan lain-lain. Ciri utama pandangan ini adalah pemisahan yang tegas antara known (objek atau  hal yang ingin diketahui dan diteliti) dan knower (subjek pelaku atau pengamat). Metode yang sering digunakan adalah metode eksperimen. Tujuan penelitiannya diarahkan pada upaya mengukur ada atau tidaknya pengaruh atau hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau lebih dengan mengontrol pengaruh variabel lain.
*Mereka harus mampu mencapai kesepakatan/konsensus walaupun sifatnya relatif dalam arti dibatasi oleh faktor waktu, situasi dan kondisi tertentu. Selain itu ilmu pengetahuan mengutamakan faktor  penjelasan dan interpretasi karena manusia itu manusia yang aktif dan memiliki daya pikir, berpengetahuan dan memegang prinsip dan nilai-nilai tertentu serta tindakannya dapat berubah sewaktu-waktu. Ilmu pengetahuan sosial memerlukan interpretasi objektif terhadap perilaku manusia guna menangkap makna dari tingkah laku tersebut. Seringkali perbuatan seseorang semu dalam arti tidak mencerminkan  keinginan hati sebenarnya dari orang tersebut.
Perkembangan selanjutnya, pendekatan ilmu pengetahuan secara umum terbagi dalam dua kubu: ilmu pengetahuan tingkah laku (behavioral science) dan ilmu pengetahuan sosial (social sciences). Kubu pertama umumnya menekankan pengkajian pada tingkah laku individual manusia, sedangkan kubu kedua pada interakasi antar manusia. Perbedaan pada kedua kubu itu pada dasarnya hanya menyangkut aspek permasalahan yang diamati sedangkan metode pengamatannya relatif sama.

Pendekatan ketrampilan
Pendekatan keterampilan adalah proses suatu pengelolaan kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar (Conny, 1992) . Pendekatan keterampilan proses ini dipandang sebagai pendekatan yang oleh banyak pakar paling sesuai dengan pelaksaksanaan pembelajaran di sekolah dalam rangka menghadapi pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dewasa ini. (Aisyah, 2011)
 Keterampilan proses adalah keterampilan memproses informasi yang diwarnai dengan prinsip-prinsip Cara Belajar Siswa Aktif yang secara umum hampir sama dengan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) seperti termuat dalam Kurikulum 2004 dan 2006. Di Sekolah Dasar, keterampilan ini seharusnya muncul dalam mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga matematika. Hal ini tercermin dari tujuan pembelajaran mata pelajaran kelompok ini seperti termuat di dalam kurikulum Sekolah Dasar 2006 yaitu untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. (Depdiknas, 2006)

Pendekatan sikap/perilaku
Menurut saya pendekatan yang paling meyakinkan dalam menguraikan aspek kekuasaan dalam etika dan filsafat kepemimpinan adalah untuk menganalisis otoritas yaitu "pendekatan perilaku”. Pendekatan perilaku Sebaliknya, lebih bermanfaat untuk mempelajari perilaku manusia karena merupakan gejala yang benar-benar dapat diamati. 
Pada umumnya pendekatan perilaku tidak hanya perilaku hanya orientasi perilaku dan kegiatan manusia, melaikan orientasinya terhadap kegiatan kegiatan tertentu seperti sikap, motivasi, perpepsi, evaluasi, tuntutan, harapan, dan sebagainya.
Pendekatan perilaku tidak saja mempelajari faktor pribadi, tetapi juga faktor-faktor lainnya seperti budaya, sosiologi, dan psikologi. Disamping itu, pendekatan perilaku menampilkan suatu ciri khas yang revolusioner yaitu suatu orientasi kuat untuk lebih mengilmiahkan ilmu politik.
Salah satu ciri khas pendekatan perilaku ini adalah pandangan bahwa masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem sosial dan negara sebagai suatu sistem politik yang menjadi subsistem dari sistem sosial. Dalam suatu sistem, bagian-bagiannya saling berinteraksi, saling bergantungan, dan semua bagian bekerja sama untuk menunjang terselenggaranya sistem itu. Sistem mengalami interaksi dari lingkungan tetapi berusaha mengatasinya dengan memelihara keseimbangan.

Mendesain Model Kompetensi 

Menjawab  Masalah Apa ?
            Model kompetensi dapat menjawab permasalahan  pendekatan ilmu/pengetahuan,pendekatan ketrampilan,pendekatan sikap/perilaku.
Disamping itu model kompetensi dapat menjadi alat untuk memprediksi keberhasilan kinerja seseorang yang superior.
            Model kompetensi akan sangat membantu para pembaca dalam menjalankan  sistem kompetansi seperti; penerimaan dan penempatan, rencana penggantian , pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja dan manajemen imbal jasa. Model kompetensi juga  akan sangat berarti bagi pembaca dalam memastikan apakah kompetansi yang sudah dilakukan oleh perusahaan dalam bidang kompentensi pendekatan akan memberi dampak yang maksimal dalam usaha  meningkatkan kinerja suatu kompetensi pendekatan.
Manfaat Apa Yang Anda Peroleh ?

  • Memahami apa, mengapa, bagaimana, dan  manfaat model  kompetensi pendekatan.
  • Mampu mengembangkan dan menetapkan model kompetensi dengan berbagai pendekatan.
  • Menjelaskan langkah-langkah dalam mengembangkan dan menetapkan model kompetensi dengan berbagai pendekatan.           
Apa Saja Yang Dibahas ?
  • Apa, mengapa dan bagaimana  dengan model kompetensi pendekatan?
  • Manfaat menggunakan model kompetensi.
  • Teknik mengembangkan dan merancang model kompetensi.

Siapa Yang Perlu Ikut ?
·         Semua pimpinan yang bertanggung jawab langsung dan tidak langsung dalam pengembangan kompetansi pendekatan.
·         Dosen wali.
·         Dosen mata kuliah.

·         Teman-teman yang berminat.

Rabu, 07 Mei 2014

Tugas : Etika dan Filsafat Kepemimpinan

1.      Visi
Untuk mempersiapkan diri sebagai agen of change adalah dengan menjadi seorang pemimpin (leader) yang efektif dan efesien serta mampu mengambil keputusan yang baik dan bijaksana serta menjadi pemimpin yang disiplin serta mampu menentukan tujuan dalam mengambil keputusan dalam tindakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dan dapat menjadi pemimpin yang jujur, bertanggungjawab,menyampaikan apa yang harus di sampaikan, cerdas serta tanggap aktif dan kreatif,untuk membangun ke arah yang lebih baik.

Misi
Untuk mengembangkan dan mengasah nilai-nilai sosial yang ada pada diri seseorang sehingga menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan mampu untuk berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat (orang lain) serta mampu menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan baik.
Mampu mengambil keputusan yang baik serta mampu membangun ke arah yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat,menjadi pemimpin yang aktif dan kreatif serta tanggap dalam berbagai hal.




Strategi
Agar menjadi pribadi yang Adil,jujur, bijaksana dan mampu mengambil keputusan serta Melakukan tindakan yang menguntungkan bagi orang lain dan sesama agar tercipta kualitas yang baik dalam berbagai hal yang diinginkan.
2.      Faktor-faktor pendukung  dalam merealisasikan visi adalah agar calon pemimpin bangsa indonesia menjadi pemimpin  bangsa yang efektif dan efisien serta tanggap dan mampu dalam menentukan tujuan dan mampu mengambil keputusan yang baik untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan mampu membangun ke arah yang lebih baik.
-          Faktor-faktor penghambat dalam merealisasikan visi adalah karena pada dasarnya masyarakat atau calon pemimpin bangsa indonesia sekarang jarang di temukan yang mampu mengambil keputusan dengan baik serta mampu mengambil tindakan yang benar serta yang jujur,bertanggungjawab dan mampu memimpin orang lain.
3.      Cara mengatisipasi faktor pendukung agar tidak menimbulkan an arogansi dengan cara pemimpin lebih melihat dan meneliti calon pemimpin tersebut agar tanggap efektif dan efesien serta kreatif dan mampu mengambil keputusan serta mampu untuk membangun ke arah yang lebih baik.
4.      Cara mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis dengan cara pemimpin tersebut lebih membimbing dan mengasah agar  calon pemimpin mampu mengambil keputusan, jujur dan bertanggungjawab agar mampu membangun ke arah yang lebih baik.
5.      Cara agar konflik dapat menjadi daya dorong agar suksesnya visi adalah dengan mempersiapkan diri agar menjadi pribadi yang aktif kreatif serta efektif dan efisien serta mampu mengambil keputusan yang baik dan bijaksana serta disiplin serta mampu menentukan tujuan dalam mengambil keputusan dalam tindakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dan dapat menjadi pemimpin yang jujur, bertanggungjawab,menyampaikan apa yang harus di sampaikan, cerdas serta tanggap aktif dan kreatif,untuk membangun ke arah yang lebih baik.
Untuk mengembangkan dan mengasah nilai-nilai sosial yang ada pada diri seseorang sehingga menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan mampu untuk berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat (orang lain) serta mampu menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan baik.

Mampu mengambil keputusan yang baik serta mampu membangun ke arah yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat,menjadi seseorang yang aktif dan kreatif serta tanggap dalam berbagai hal.