Minggu, 02 November 2014


Hakikat Ilmu Sosial Dasar Serta Hubungan  Interaksi Simbolik

Ilmu Sosial Dasar  banyak membicaran tentang hubungan timbal balik antara manusia yang satu dengan manusia yang lain serta lingkungan.  Hubungan ini dapat terwujud jika manusia mau mencoba dan berusaha sehingga menjadi kenyataan sosial yang menjadi titik perhatian .
Dengan begitu pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep yang digunakan dalam hakikat ini untuk melengkapi gejala sosial yang terjadi agar mampu dimengerti dan kita mampu untuk mengimplementasikannya kedalam lingkungan sosial yang sesungguhnya. Ilmu sosial bukan suatu keahlian ilmu sosial tertentu seperti politik antrpologi dan sebagainya.
Bilamana dalam kehidupan kita sebagai manusia sebagai makhluk sosial, kita sebagai manusia selalu menpunyai masalah sosial yang akan kita hadapi , masalah sosial merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia,
Sebagai akibat dari hubungan yang dilakukan oleh manusia satu dan manusia yang lain. Masalah sosial yang kita hadapi jelas sangat berbeda karena tingkat kebudayaan dan masyarakat yang mempunyai perbedaan . masalah tersebut terwujud sebagai masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya.Yang membedakan masalah sosial ini adalah masalah sosial yang dekat dengan nilai moral atau pranata soaial, serta selalu mempunyai keterkaitan dengan nilai dan moral sosial.
Ilmu sosial  bukanlah suatu kedesiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, tetapi adalah suatu pengetahuan mengenai aspek yang paling mendasar tentang kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
   
           
Hubungan mata kuliah ini dengan teori simbolik adalah teori yang sering kita lihat bahwa manusia merupak suatu makhluk sosial yang mengerti akan teori serta menpelajarinya dalam kehidupan serta mengimplmentasikannya,motivasi dan perilaku serta tindakan yang kita hadapai tidak jauh dari konflik sosial atau bagian yang terpenting dalam teori simbolik karena pada dasarnya manusia mampu melakukan interaksi simbolik yang tujuannya agar manusia dapat mengerti dan memahami apa itu teori interaksi simbolik yang sesungguhnya serta kita terapkan dalam mata kuliah ini.Interaksi simbolik adalah interaksi manusia yang dilakukan melalui bahasa ataupun komunikasi melalui simbol atau isyarat yang muncul dalam benak seseorang sehingga akan terjadi pemikiran yang sama ataupun tidak sama. Interaksi simbolik yang digunakan pada mata kuliah ini adalah interaksi yang dilakukan dosen (dosen mengajar) sehingga terjadi aksi dari mahasiswa untuk menanggapi atau mengulas ulang dari materi ini dengan demikian  dalam diri tidaklah semata-mata pada anggapan orang secara pasif mengenai reaksi serta definisi orang lain saja.







Minggu, 06 Juli 2014

KOMUNIKASI PUBLIK



·         PENDAHULUAN

Pr (public relation) pada hakekatnya adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih ataupun melalui internet dan orasi pada rapat umum ,komunikasi public relation ini berbeda dengan komunikasi lainya karena cirri-ciri hakiki dari komunikasi public relation adalah komunikasi dua arah.
Arus komunikasi timbal balik ini yang harus dilakukan dalam kegiatan public relation,sehingga tercipta umpan balik yang merupakan prinsip pokok dalam public relation.

·         ISI

Komunikasi publik merupakan suatu komunikasi yang dilakukan di depan banyak orang. Dalam komunikasi publik pesan yang disampaikan dapat berupa suatu informasi, ajakan, gagasan. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau apa pun yang bisa menjangkau publik., Komunikasi Publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien. Komunikasi publik sering juga disebut dengan komunikasi massa. Namun, komunikasi publik memiliki makna yang lebih luas dibanding dengan komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang lebih spesifik, yaitu suatu komunikasi yang menggunakan suatu media dalam menyampaikan pesannya.



·         KESIMPULAN


Komunikasi publik adalah komunikasi kepada dua orang atau lebih ataupun melalui internet dan orasi pada rapat umumyang dilakukan secara  dua arah sehingga tercipta umpan balik yang merupakan prinsip pokok antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang  yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah. Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih dari sulit dari pada komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.

Selasa, 17 Juni 2014

VISIONER LEADERSHIP

1.     Menurut saya untuk menjadi seorang pemimpin yang baik harus bias memimpin diri sendiri dan juga bisa memimpin orang lain agar menjadi pemimpin yang efektif dan efisien  serta cerdas dan tanggap dalam mengambil keputusan dengan tegas serta dapat memberikan dan menunjukkan cara yang tepat dalam bertindak.
Pemimpin yang visioner memiliki visi yang jelas baik terhadap pemimpinnya dan orang lain maupun dirinya sendiri. sebagai seorang pemimpin, terhadap keluarganya, tim atau organisasi yang Visi tersebut dituangkan dalam pernyataan misi merupakan keputusan utama yang melandasi keputusan-keputusan lainnya.

2.     Faktor pendukung
Sifat, tindakan dan adanya perubahan untuk diri sendiri dan orang lain serta cerdas dan bertanggung jawab, menyampaikan apa yang harus di sampaikan kepada orang lain.

3.     Faktor penghambat
Sifat acuh tak acuh dan tindakan yang tidak mau berubah  , tidak peduli kepada orang lain dan tidak peduli terhadap lingkungan maupun situasi.

4.     Pemecahan masalah
Kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan adalah termasuk dalam kepedulian social yaitu sebuah sikap yang berhubungan dengan manusia pada umumnya, Kepedulian sosial adalah kondisi manusia dan perangkat yang mengikat masyarakat secara bersama-sama Oleh karena itu, kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu orang lain.
Lingkungan terdekat kita yang berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial kita. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah keluarga, teman-teman, dan lingkungan masyarakat tempat kita tumbuh. Karena merekalah kita mendapat nilai-nilai tentang kepedulian sosial. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama. Kepedulian sosial yang di maksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.



Rabu, 21 Mei 2014

Nama                          : Silvia Tuti
Nim                             : 2013210096
Fakultas                     : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi            : Ilmu Administrasi Negara

Pendekatan ilmu /pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah segala sesuatu yang telah kita ketahui dan telah di analisis atau telah diuji coba. Disebut demikian karena pendekatan-pendekatan yang dipergunakan berasal dari dan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lainnya seperti linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Hal ini akan terlihat secara jelas dalam pembahasan mengenai berbagai teori, model, pespektif, dan pendekatan dalam ilmu komunikasi yang akan diuraikan dalam kuliah teori komunikasi.
Dua pencapaian pendekatan ilmu/pengetahuan yang ingin saya capai dapat dibagi dalam 2 kelompok/aliran pendekatan :
1.    Pendekatan scientific (ilmiah-empiris)
2.    Pendekatan social sciences (ilmu-ilmu sosial)
* Pandangan scientific, mengemukakan bahwa ilmu diasosiasikan dengan objektivitas
yaitu  yang menekankan prinsip standarisasi observasi dan konsistensi. Landasan filosophisnya adalah, dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur. Umumnya padandangan ini dianut oleh para ahli ilmu eksakta seperti fisika, biologi, kedokteran, matematika dan lain-lain. Ciri utama pandangan ini adalah pemisahan yang tegas antara known (objek atau  hal yang ingin diketahui dan diteliti) dan knower (subjek pelaku atau pengamat). Metode yang sering digunakan adalah metode eksperimen. Tujuan penelitiannya diarahkan pada upaya mengukur ada atau tidaknya pengaruh atau hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau lebih dengan mengontrol pengaruh variabel lain.
*Mereka harus mampu mencapai kesepakatan/konsensus walaupun sifatnya relatif dalam arti dibatasi oleh faktor waktu, situasi dan kondisi tertentu. Selain itu ilmu pengetahuan mengutamakan faktor  penjelasan dan interpretasi karena manusia itu manusia yang aktif dan memiliki daya pikir, berpengetahuan dan memegang prinsip dan nilai-nilai tertentu serta tindakannya dapat berubah sewaktu-waktu. Ilmu pengetahuan sosial memerlukan interpretasi objektif terhadap perilaku manusia guna menangkap makna dari tingkah laku tersebut. Seringkali perbuatan seseorang semu dalam arti tidak mencerminkan  keinginan hati sebenarnya dari orang tersebut.
Perkembangan selanjutnya, pendekatan ilmu pengetahuan secara umum terbagi dalam dua kubu: ilmu pengetahuan tingkah laku (behavioral science) dan ilmu pengetahuan sosial (social sciences). Kubu pertama umumnya menekankan pengkajian pada tingkah laku individual manusia, sedangkan kubu kedua pada interakasi antar manusia. Perbedaan pada kedua kubu itu pada dasarnya hanya menyangkut aspek permasalahan yang diamati sedangkan metode pengamatannya relatif sama.

Pendekatan ketrampilan
Pendekatan keterampilan adalah proses suatu pengelolaan kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar (Conny, 1992) . Pendekatan keterampilan proses ini dipandang sebagai pendekatan yang oleh banyak pakar paling sesuai dengan pelaksaksanaan pembelajaran di sekolah dalam rangka menghadapi pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dewasa ini. (Aisyah, 2011)
 Keterampilan proses adalah keterampilan memproses informasi yang diwarnai dengan prinsip-prinsip Cara Belajar Siswa Aktif yang secara umum hampir sama dengan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) seperti termuat dalam Kurikulum 2004 dan 2006. Di Sekolah Dasar, keterampilan ini seharusnya muncul dalam mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga matematika. Hal ini tercermin dari tujuan pembelajaran mata pelajaran kelompok ini seperti termuat di dalam kurikulum Sekolah Dasar 2006 yaitu untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. (Depdiknas, 2006)

Pendekatan sikap/perilaku
Menurut saya pendekatan yang paling meyakinkan dalam menguraikan aspek kekuasaan dalam etika dan filsafat kepemimpinan adalah untuk menganalisis otoritas yaitu "pendekatan perilaku”. Pendekatan perilaku Sebaliknya, lebih bermanfaat untuk mempelajari perilaku manusia karena merupakan gejala yang benar-benar dapat diamati. 
Pada umumnya pendekatan perilaku tidak hanya perilaku hanya orientasi perilaku dan kegiatan manusia, melaikan orientasinya terhadap kegiatan kegiatan tertentu seperti sikap, motivasi, perpepsi, evaluasi, tuntutan, harapan, dan sebagainya.
Pendekatan perilaku tidak saja mempelajari faktor pribadi, tetapi juga faktor-faktor lainnya seperti budaya, sosiologi, dan psikologi. Disamping itu, pendekatan perilaku menampilkan suatu ciri khas yang revolusioner yaitu suatu orientasi kuat untuk lebih mengilmiahkan ilmu politik.
Salah satu ciri khas pendekatan perilaku ini adalah pandangan bahwa masyarakat dapat dilihat sebagai suatu sistem sosial dan negara sebagai suatu sistem politik yang menjadi subsistem dari sistem sosial. Dalam suatu sistem, bagian-bagiannya saling berinteraksi, saling bergantungan, dan semua bagian bekerja sama untuk menunjang terselenggaranya sistem itu. Sistem mengalami interaksi dari lingkungan tetapi berusaha mengatasinya dengan memelihara keseimbangan.

Mendesain Model Kompetensi 

Menjawab  Masalah Apa ?
            Model kompetensi dapat menjawab permasalahan  pendekatan ilmu/pengetahuan,pendekatan ketrampilan,pendekatan sikap/perilaku.
Disamping itu model kompetensi dapat menjadi alat untuk memprediksi keberhasilan kinerja seseorang yang superior.
            Model kompetensi akan sangat membantu para pembaca dalam menjalankan  sistem kompetansi seperti; penerimaan dan penempatan, rencana penggantian , pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja dan manajemen imbal jasa. Model kompetensi juga  akan sangat berarti bagi pembaca dalam memastikan apakah kompetansi yang sudah dilakukan oleh perusahaan dalam bidang kompentensi pendekatan akan memberi dampak yang maksimal dalam usaha  meningkatkan kinerja suatu kompetensi pendekatan.
Manfaat Apa Yang Anda Peroleh ?

  • Memahami apa, mengapa, bagaimana, dan  manfaat model  kompetensi pendekatan.
  • Mampu mengembangkan dan menetapkan model kompetensi dengan berbagai pendekatan.
  • Menjelaskan langkah-langkah dalam mengembangkan dan menetapkan model kompetensi dengan berbagai pendekatan.           
Apa Saja Yang Dibahas ?
  • Apa, mengapa dan bagaimana  dengan model kompetensi pendekatan?
  • Manfaat menggunakan model kompetensi.
  • Teknik mengembangkan dan merancang model kompetensi.

Siapa Yang Perlu Ikut ?
·         Semua pimpinan yang bertanggung jawab langsung dan tidak langsung dalam pengembangan kompetansi pendekatan.
·         Dosen wali.
·         Dosen mata kuliah.

·         Teman-teman yang berminat.

Rabu, 07 Mei 2014

Tugas : Etika dan Filsafat Kepemimpinan

1.      Visi
Untuk mempersiapkan diri sebagai agen of change adalah dengan menjadi seorang pemimpin (leader) yang efektif dan efesien serta mampu mengambil keputusan yang baik dan bijaksana serta menjadi pemimpin yang disiplin serta mampu menentukan tujuan dalam mengambil keputusan dalam tindakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dan dapat menjadi pemimpin yang jujur, bertanggungjawab,menyampaikan apa yang harus di sampaikan, cerdas serta tanggap aktif dan kreatif,untuk membangun ke arah yang lebih baik.

Misi
Untuk mengembangkan dan mengasah nilai-nilai sosial yang ada pada diri seseorang sehingga menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan mampu untuk berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat (orang lain) serta mampu menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan baik.
Mampu mengambil keputusan yang baik serta mampu membangun ke arah yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat,menjadi pemimpin yang aktif dan kreatif serta tanggap dalam berbagai hal.




Strategi
Agar menjadi pribadi yang Adil,jujur, bijaksana dan mampu mengambil keputusan serta Melakukan tindakan yang menguntungkan bagi orang lain dan sesama agar tercipta kualitas yang baik dalam berbagai hal yang diinginkan.
2.      Faktor-faktor pendukung  dalam merealisasikan visi adalah agar calon pemimpin bangsa indonesia menjadi pemimpin  bangsa yang efektif dan efisien serta tanggap dan mampu dalam menentukan tujuan dan mampu mengambil keputusan yang baik untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan mampu membangun ke arah yang lebih baik.
-          Faktor-faktor penghambat dalam merealisasikan visi adalah karena pada dasarnya masyarakat atau calon pemimpin bangsa indonesia sekarang jarang di temukan yang mampu mengambil keputusan dengan baik serta mampu mengambil tindakan yang benar serta yang jujur,bertanggungjawab dan mampu memimpin orang lain.
3.      Cara mengatisipasi faktor pendukung agar tidak menimbulkan an arogansi dengan cara pemimpin lebih melihat dan meneliti calon pemimpin tersebut agar tanggap efektif dan efesien serta kreatif dan mampu mengambil keputusan serta mampu untuk membangun ke arah yang lebih baik.
4.      Cara mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis dengan cara pemimpin tersebut lebih membimbing dan mengasah agar  calon pemimpin mampu mengambil keputusan, jujur dan bertanggungjawab agar mampu membangun ke arah yang lebih baik.
5.      Cara agar konflik dapat menjadi daya dorong agar suksesnya visi adalah dengan mempersiapkan diri agar menjadi pribadi yang aktif kreatif serta efektif dan efisien serta mampu mengambil keputusan yang baik dan bijaksana serta disiplin serta mampu menentukan tujuan dalam mengambil keputusan dalam tindakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan dan dapat menjadi pemimpin yang jujur, bertanggungjawab,menyampaikan apa yang harus di sampaikan, cerdas serta tanggap aktif dan kreatif,untuk membangun ke arah yang lebih baik.
Untuk mengembangkan dan mengasah nilai-nilai sosial yang ada pada diri seseorang sehingga menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan mampu untuk berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat (orang lain) serta mampu menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan baik.

Mampu mengambil keputusan yang baik serta mampu membangun ke arah yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat,menjadi seseorang yang aktif dan kreatif serta tanggap dalam berbagai hal.

Rabu, 23 April 2014

analisa etika dan filsafat kepemimpinan

1.Keberhasilan seorang pemimpin dapat ditentukan oleh sifat-sifat, perangai yang dimiliki oleh pemimpin. Untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan kemampuan pribadi pemimpin untuk memimpin dirinya sendiri keluarga dan memimpin orang lain . Usaha tersebut melahirkan dan berkembang menjadi teori kepemimpinan yang disebut “teori sifat-sifat kepemimpinan”.
Ada sepuluh macam sifat atau perangai yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu :
* Energi jasmani dan rohani
* Kepastian akan maksud dan arah tujuan
* Antusiasme atau perhatian yang besar
* Ramah tamah, penuh rasa persahabatan dan ketulusan hati
* Integritas atau pribadi yang bulat
* Kecakapan teknis
* Mudah mengambil keputusan
* Cerdas
* Kecakapan mengajar
* Kesetiaan
Sifat-sifat tersebut untuk para pemimpin pada umumnya, tetapi dari kesepuluh sifat tersebut tidak harus bersama-sama dimiliki oleh seorang pemimpin melainkan bergantung pada tingkat kondisi dari pengikutnya
Ada empat sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu :
* Kemampuan melihat organisasi sebagai satu keseluruhan
* Kemampuan mengambil keputusan-keputusan
* Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang
* Kemampuan menanamkan kesetiaan
2. Pemimpin yang berkompeten adalah pemimpin yang mampu, ahli, cerdas, tangkas, sigap, dalam situasi atau kehidupan sehari-hari yang menggambarkan sikap batin dan kebiasaan hidupnya sehari-hari . Pemimpin yang baik ”melayani.”. sangat mudah mengatakan, tetapi sangat sulit untuk melakukan-nya. Pemimpin itu harus responsibility, selalu tanggap bertindak dengan kemampuan. Jadi, responsibility adalah kemampuan bertindak, kesanggupan menanggapi setiap permasalah dan menyeselesaikannya.
Namun yang terpenting adalah seorang pemimpin harus mempunyai sikap hati yang melayani yang terpancar melalui kerendahan hati. Karena seorang pemimpin yang sering mengunggulkan diri, pada umumnya lebih sering jatuh. Jadi kepemimpinan yang melayani adalah kepemimpinan yang lebih didasarkan pada kerendahan hati (Humble).
kerendahan hati dapat membuat seorang pemimpin melayani orang lain dengan tulus, sikap ketulusan membuat seorang pemimpin melayani orang lain dengan penuh sukacita. Ketulusan membuat seseorang tidak mengharapkan apapun saat melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain, bahkan sekedar ucapan terima kasih.
pemimpin yang baik" lebih banyak ditekati (sebagai sikap batin), Adapun kompetensi karakter seseorang hanya dapat diidentifikasi dengan melihat beberapa indikasi berikut.
* Komitmen kepada Tuhan, Hal ini dapat dilihat dari adanya kesetiaan, kejujuran, kerajinan, sikap bertanggung jawab. yang dibuktikan dalam sikap hidup dan kerja sehari-hari. Perilaku nyata dari seorang pemimpin menggambarkan isi hatinya (sikap batin) serta kebiasaan hidupnya.
* Integritas diri yang berkenaan dengan bagaimana seseorang melihat diri  self ideal, self image, self esteem; Tuhan (khususnya sikapnya terhadap dosa/kejahatan); hubungan dengan orang lain sehingga ia diakui sebagai "bijak" dan "baik" dalam takaran sosial; sikap terhadap uang sehingga ia dianggap dapat dipercaya karena tidak berkompromi dengan "ketidakjujuran"; sikap terhadap kerja di mana ia menghargai pekerjaan dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Faktor-faktor tersebut hanya dapat dibuktikan dalam perilaku nyata.
* Faktor khusus, antara lain disiplin, motivasi, semangat hidup, kerja sama, orientasi hasil/sukses, sikap positif, kreatif, inovatif, sinergetik, energetik, ketahanan, konsistensi, dsb.. Semua faktor itu dapat terlihat dari perilaku dan perbuatan seseorang.
* Kemauan keras untuk bekerja serta kesetiaan dan ketekunan kerja yang dibuktikan dengan bekerja baik dan bekerja keras dengan sikap pasti, yaitu mencapai tujuan kerja dan menghasilkan/produktif.
3.Proses kepemimpinan dalam sikap akan lebih terlihat ketika seorang pemimpin tersebut bijaksana dalam membedakan yang mana kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok maupun kepentingan masyarakat .
Perilaku dan tindakan pengambilan keputusan
Perilaku seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berperilaku secara adil kepada masyarakat dengan cara pemimpin. Tugas pokok seorang pemimpin adalah mengorganisir factor produksi sedemikian rupa, sehingga tujuan yang di inginkan dapat tercapai.
Seorang pemimpin akan berhasil jika memiliki perilaku sebagai berikut:
* Mempunyai seni/kepekaan untuk menggerakan atau memerintah bawahan/karyawannya untuk mencapai tujuan.
* Mudah beradaptasi , bergaul serta berkomunikasi dengan orang lain.
* Ulet dan tekun.
* Banyak hubungan dan relasi.
* Lapang dada dan tidak emosiaonal.
* Mempunyai sikap loyal, timba balik anara atasan dengan bawahan atau sebaliknya.
* Hemat daam arti memiliki kesabaran dan kemampuan daam membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu hanya untuk keperluan yang benar-benar penting.
* Mampu menjaga sikap dan perilaku dengan mengikuti norma, atau aturan yang berlaku di masyarakat.
* Pandai membawa diri terutama dalam menghasapi situasi atau acara tertentu.(Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau wirausahawan)
Salah satu tugas terpenting seorang pemimpin adalah untuk menentukan yang terbaik bagi organisasi dan para anggotanya. Namun dalam mengambil keputusan, terkadang pemimpin pun menghadapi dilema dan seolah berada di persimpangan jalan. Apalagi jika pilihan yang ada membuat Anda harus mengorbankan kepentingan orang lain atau memberikan resiko yang akan merugikan tim. Namun kadangkala keputusan sulit harus diambil demi terwujudnya cita-cita bersama. Adakalanya pemimpin ternyata mengambil keputusan yang salah dan merugikan organisasi. Tetapi percayalah melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan masih lebih baik dibandingkan tidak melakukan tindakan apapun sama sekali.