1.Keberhasilan seorang pemimpin
dapat ditentukan oleh sifat-sifat, perangai yang dimiliki oleh pemimpin. Untuk
menjadi seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan kemampuan pribadi
pemimpin untuk memimpin dirinya sendiri keluarga dan memimpin orang lain . Usaha
tersebut melahirkan dan berkembang menjadi teori kepemimpinan yang disebut
“teori sifat-sifat kepemimpinan”.
Ada sepuluh macam sifat atau
perangai yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu :
* Energi jasmani dan rohani
* Energi jasmani dan rohani
* Kepastian akan maksud dan arah
tujuan
* Antusiasme atau perhatian yang
besar
* Ramah tamah, penuh rasa
persahabatan dan ketulusan hati
* Integritas atau pribadi yang
bulat
* Kecakapan teknis
* Mudah mengambil keputusan
* Cerdas
* Kecakapan mengajar
* Kesetiaan
Sifat-sifat tersebut untuk para
pemimpin pada umumnya, tetapi dari kesepuluh sifat tersebut tidak harus
bersama-sama dimiliki oleh seorang pemimpin melainkan bergantung pada tingkat
kondisi dari pengikutnya
Ada empat sifat yang perlu
dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu :
* Kemampuan melihat organisasi
sebagai satu keseluruhan
* Kemampuan mengambil
keputusan-keputusan
* Kemampuan melimpahkan atau
mendelegasikan wewenang
* Kemampuan menanamkan kesetiaan
2. Pemimpin
yang berkompeten adalah pemimpin yang mampu, ahli, cerdas, tangkas, sigap,
dalam situasi atau kehidupan sehari-hari yang menggambarkan sikap batin dan
kebiasaan hidupnya sehari-hari . Pemimpin yang baik ”melayani.”. sangat mudah
mengatakan, tetapi sangat sulit untuk melakukan-nya. Pemimpin itu harus responsibility, selalu tanggap bertindak dengan
kemampuan. Jadi, responsibility
adalah kemampuan bertindak, kesanggupan menanggapi setiap permasalah dan
menyeselesaikannya.
Namun yang terpenting adalah
seorang pemimpin harus mempunyai sikap hati yang melayani yang terpancar
melalui kerendahan hati. Karena seorang pemimpin yang sering mengunggulkan
diri, pada umumnya lebih sering jatuh. Jadi kepemimpinan yang melayani adalah
kepemimpinan yang lebih didasarkan pada kerendahan hati (Humble).
kerendahan hati dapat membuat
seorang pemimpin melayani orang lain dengan tulus, sikap ketulusan membuat
seorang pemimpin melayani orang lain dengan penuh sukacita. Ketulusan membuat
seseorang tidak mengharapkan apapun saat melakukan sesuatu yang baik bagi orang
lain, bahkan sekedar ucapan terima kasih.
pemimpin yang baik" lebih
banyak ditekati (sebagai sikap batin), Adapun kompetensi karakter seseorang hanya
dapat diidentifikasi dengan melihat beberapa indikasi berikut.
* Komitmen kepada Tuhan, Hal ini
dapat dilihat dari adanya kesetiaan, kejujuran, kerajinan, sikap bertanggung
jawab. yang dibuktikan dalam sikap hidup dan kerja sehari-hari. Perilaku nyata
dari seorang pemimpin menggambarkan isi hatinya (sikap batin) serta kebiasaan
hidupnya.
* Integritas diri yang berkenaan dengan bagaimana
seseorang melihat diri self ideal, self
image, self esteem; Tuhan (khususnya sikapnya terhadap dosa/kejahatan);
hubungan dengan orang lain sehingga ia diakui sebagai "bijak" dan
"baik" dalam takaran sosial; sikap terhadap uang sehingga ia dianggap
dapat dipercaya karena tidak berkompromi dengan "ketidakjujuran";
sikap terhadap kerja di mana ia menghargai pekerjaan dan tanggung jawab yang
dipercayakan kepadanya. Faktor-faktor tersebut hanya dapat dibuktikan dalam
perilaku nyata.
* Faktor khusus, antara lain disiplin, motivasi,
semangat hidup, kerja sama, orientasi hasil/sukses, sikap positif, kreatif,
inovatif, sinergetik, energetik, ketahanan, konsistensi, dsb.. Semua faktor itu
dapat terlihat dari perilaku dan perbuatan seseorang.
* Kemauan keras untuk bekerja serta kesetiaan dan
ketekunan kerja yang dibuktikan dengan bekerja baik dan bekerja keras dengan
sikap pasti, yaitu mencapai tujuan kerja dan menghasilkan/produktif.
3.Proses kepemimpinan dalam
sikap akan lebih terlihat ketika seorang pemimpin tersebut bijaksana dalam membedakan
yang mana kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok maupun kepentingan
masyarakat .
Perilaku dan tindakan
pengambilan keputusan
Perilaku seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berperilaku
secara adil kepada masyarakat dengan cara pemimpin. Tugas pokok seorang
pemimpin adalah mengorganisir factor produksi sedemikian rupa, sehingga tujuan
yang di inginkan dapat tercapai.
Seorang pemimpin akan berhasil jika memiliki perilaku sebagai berikut:
* Mempunyai seni/kepekaan untuk menggerakan atau memerintah bawahan/karyawannya untuk mencapai tujuan.
* Mudah beradaptasi , bergaul serta berkomunikasi dengan orang lain.
* Ulet dan tekun.
* Banyak hubungan dan relasi.
* Lapang dada dan tidak emosiaonal.
* Mempunyai sikap loyal, timba balik anara atasan dengan bawahan atau sebaliknya.
* Hemat daam arti memiliki kesabaran dan kemampuan daam membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu hanya untuk keperluan yang benar-benar penting.
* Mampu menjaga sikap dan perilaku dengan mengikuti norma, atau aturan yang berlaku di masyarakat.
* Pandai membawa diri terutama dalam menghasapi situasi atau acara tertentu.(Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau wirausahawan)
Seorang pemimpin akan berhasil jika memiliki perilaku sebagai berikut:
* Mempunyai seni/kepekaan untuk menggerakan atau memerintah bawahan/karyawannya untuk mencapai tujuan.
* Mudah beradaptasi , bergaul serta berkomunikasi dengan orang lain.
* Ulet dan tekun.
* Banyak hubungan dan relasi.
* Lapang dada dan tidak emosiaonal.
* Mempunyai sikap loyal, timba balik anara atasan dengan bawahan atau sebaliknya.
* Hemat daam arti memiliki kesabaran dan kemampuan daam membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu hanya untuk keperluan yang benar-benar penting.
* Mampu menjaga sikap dan perilaku dengan mengikuti norma, atau aturan yang berlaku di masyarakat.
* Pandai membawa diri terutama dalam menghasapi situasi atau acara tertentu.(Perilaku yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau wirausahawan)
Salah satu tugas terpenting
seorang pemimpin
adalah untuk menentukan yang terbaik bagi organisasi dan para anggotanya. Namun
dalam mengambil keputusan, terkadang pemimpin
pun menghadapi dilema dan seolah berada di persimpangan jalan. Apalagi jika
pilihan yang ada membuat Anda harus mengorbankan kepentingan orang lain atau
memberikan resiko yang akan merugikan tim. Namun kadangkala keputusan sulit
harus diambil demi terwujudnya cita-cita bersama. Adakalanya pemimpin ternyata
mengambil keputusan yang salah dan merugikan organisasi. Tetapi percayalah
melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan masih lebih baik dibandingkan
tidak melakukan tindakan apapun sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar